Jumat, 16 Mei 2014

Afiliasi VS Dropship Part 1

Hai sobat dropshiper , sobat lagi bingung mau menjalani usaha / bisnis online ? pengen dapat duit sebulan >5jt ? bosen jadi pegawai ? Jika anda sering berselancar didunia maya , dan ketik di mesin pencari dengan kata kunci “bisnis online , kaya dari internet , modal dengkul kaya , dsb” apa yang muncul kira-kira sobat ? web – web tidak jelas yang mengiming-imingi sobat tentang kekayaan semu . Yang ujung-ujungnya Cuma MLM ..capedeh . Nah , jika tadi itu merupakan bisnis online yang abal-abal , maka ada yang tidak abal-abal bukan ? yup betul . Dropship dan afiliasi , keduanya hampir sama tapi tidak sama persis . Tapi mana ya kira-kira yang cocok buat sobat ? apakah dropship atau afiliasi . Definisi dropship itu sendiri yakni dropshiper mengirimkan barang dari suplier ke konsumen tapi alamat dan nama pengirimnya dropshiper itu sendiri alias makelar . Kalau afiliasi adalah mengiklankan sejumlah produk yang sekiranya satu minat dengan media yang dikelolanya dan mendapat imbalan setiap kali pengunjung / orang yang berkunjung ke medianya itu mengklik / menuju situs iklan/banner di media si empunya tadi . Lalu , manakah yang paling aman dan tentu hasilnya bagus ? kali ini saya akan mengulasnya . Ingat ya sobat , ulasan ini berdasar subjektif (pendapat saya pribadi) , jika sobat kurang setuju ya terserah . Ok
Keuntungan
A.    Dropship
a.1 Tidak perlu stok barang
semua orang sudah tahu kalau yang namanya dropship tidak perlu stok barang dirumah , cukup bermodal komputer dan handphone , anda sudah bisa berjualan .

a.2 Keuntungan langsung
Anda menjual baju seharga 80rb rupiah , anda membeli dari suplier atau toko disekitar rumah sobat dropship sebesar 60rb rupiah , sobat untung 20rb rupiah (profit 30%) , lumayan bukan ? keuntungan langsung masuk rekening sobat tanpa perlu repot – repot target penjualan .

a.3 modal minim
Kata siapa dropship itu modal dengkul atau nol rupiah ? salah , meskipun dropship tidak punya barang dirumahnya . Anda membutuhkan komputer dan handphone , bagi yang sudah punya bisa dikatakan itu modal dengkul , lalu bagaimana dengan “nyawa” dari kedua perangkat tersebut ? Anda tidak akan bisa berjualan jika tidak ada koneksi internet . Dan untuk mendapatkan akes internet yang “lumayan” anda harus membayar . Modal minim ini untuk pembelian pulsa dsb .

a.4 minim resiko
Karena anda tidak perlu stok barang untuk dijual , bisa dikatakan anda tidak memiliki resiko sama sekali . Resiko yang dihadapi semua seller online(baik itu dropship atau punya sendiri) adalah returan barang . Ini terjadi disemua produk yang dijual online . Bagaimana caranya kita mengakomodir itu seminimal mungkin .

B.    Afiliasi
b.1 Tidak perlu stok barang
sama seperti dropship , anda tidak perlu stok barang untuk mendapatkan keuntungan . Tinggal pasang iklan banner di blog/web yang trafiknya tinggi , anda sudah bisa mendapatkan keuntungan .

b.2 keuntungan tidak langsung dan tak terbatas
Biasanya bisnis afiliasi , dari pihak penyedia iklan (google dll) memiliki peraturan nominal minimal keuntungan yang bisa dicairkan . Jika saldo keuntungan anda belum mencapai titik minimal yang ditentukan , anda belum bisa mencairkan dana tersebut .Jika dropship memiliki titik pencapaian maksimum , maka afiliasi memiliki titik tak terhingga , karena sumber pendapatannya berasal dari jumlah klik orang yang berkunjung ke web anda .

b.3 modal minim dan sabar
namanya juga bisnis online , semua tergantung dari aktivitas online anda . Bisa dikatakan , bisnis afiliasi ini sepenuhnya online semua . Tidak seperti dropship yang bisa dilakukan mulut ke mulut . Anda membutuhkan berbagai perangkat pendukung untuk bisnis afiliasi ini . Kesabaran diperlukan untuk mencapai titik penghasilan yang dicita-citakan .

b.4 resiko nol
bisa dibilang , bisnis afiliasi adalah bisnis online yang sesungguhnya . Resiko yang dialami jauh lebih kecil dari dropship . Mengapa begitu ? karena afiliater tidak terlibat secara langsung dalam jual beli . Mereka hanya menggiring visitor untuk mengklik banner iklan tersebut , dan visitor membeli produk di web store afiliasi dari blog yang sebelumnya dikunjungi . Jika produk yang dibeli visitor rusak dsb , afiliater tidak termasuk orang yang pertama untuk dikomplain , melainkan web store nya .


Rabu, 14 Mei 2014

Range Konsumen Online di Indonesia Berdasarkan Gender dan Usia

Halo sobat dropshiper , sobat pernahkah mengalami atau menemukan konsumen yang kabur begitu saja setelah berlama-lama tanya – tanya ? istilah kerennya di dunia dropshiping itu “buyer type hit and run” , nah kali ini dalam postingan judul “range konsumen online di Indonesia berdasar Gender dan Usia” saya akan membagikan tipe-tipe konsumen berdasar jenis kelamin dan juga usia untuk meminimalisir buyer hit and run . Postingan kali ini saya tujukan bagi sobat dropship untuk memikirkan ulang produk yang sobat dropship jual , jika laku keras ya syukurlah , jika masih gitu-gitu saja ya patut untuk merombak total . Langsung saja ya , kalau lama-lama nanti bosan .
1.    Range Low (umur <20thn Gender cowok dan cewek)
Paling malas kalau ketemu buyer yang kategori range low begini , biasanya tanya detail sekali sampai-sampai kita lupa makan siang tapi begitu bosan , buyer tipe ini langsung kabur tanpa pamit , alasan – alasan yang sering dikemukakan adalah seperti “nanti dulu deh , aku tanya sama ortu “ , “kirain bisa beli ditoko” , “minta pin bb aja” pasti kesel kan kalau akhirnya seperti itu ? . Produk-produk yang digemari oleh kategori ini biasanya aneka fesyen entah itu korean style , kaos distro atau pun asesoris lucu-lucu .Mereka belum ngeh dengan dunia jual beli online , mereka menganggap kalau seller online itu Cuma nipu maka mereka tak segan – segan untuk bertanya habis- habisan sampai si seller muak .

2.    Range Mid (umur 20-26th gender cewek)
Sama seperti kategori diatas , berburu aneka fesyen dkk . Tapi , dalam kelompok ini potensi konsumen untuk membeli sebuah produk via jual beli online sangatlah besar . Kategori ini mencakup mahasiswi ataupun pekerja baru . Mereka tak segan untuk membeli barang secara online dalam jumlah yang lumayan banyak . Sobat dropship pasti tahu bahwa cewek apalagi range mid seperti ini cerewetnya minta ampun . Jadi , dibutuhkan kesabaran ekstra untuk menangani kategori ini ya .

3.    Range danger (umur 22-27thn gender cowok)
Darah muda darahnya para remaja , yang selalu gagah tak mau mengalah . Mungkin kata itu cocok diungkapkan untuk range danger ini . Kenapa saya sebut range danger ? karena range ini sama saja dengan range low , mereka tidak terlalu cerewet tapi lebih bahaya lagi dan bikin super ngeselin . Range ini adalah range yang suka minta cod , range yang sangat tidak bersahabat untuk dropshiper . Jika tidak mau berurusan dengan range ini , jauhilah kategori fesyen cowok macam blazer ,sepatu , gadget dsb . Range yang tidak menjanjikan bukan ?

4.    Range gak mau tahu (> 30thn gender wanita)
Inilah yang disebut surganya dropshiper , range gak mau tahu disini adalah orang-orang(konsumen) yang tidak mau tahu dalam arti gua(konsumen red) udah transfer , gua tunggu paketnya , aku gak mau tahu ya ntar lambat atau tidak yang penting sampe . Ketemu konsumen seperti ini jelas nilai konversinya >80% . Meskipun range ini juga ada yang suka minta cod , tapi kesempatan untuk digiring menjadi konsumen online sangatlah tinggi . Produk yang laris manis kategori ini biasanya meliputi perlengkapan bayi , perlengkapan alat dapur dan sejenisnya . Kategori ini tidak terlalu menyukai fesyen secara online karena sudah terbiasa dengan pembelian di mall atau toko yang memang menjual barang branded .

5.    Range Slower (>30th gender pria)
Kok slower ? kenapa ? aku sebut slower karena sifatnya memang lambat dalam penjualan . Mereka kategori ini memang jika membutuhkan produk pribadi dan ditempat tinggalnya tidak ada yang menjual , maka akan lari ke penjual online . Tapi , tidak seperti range gak mau tahu yang membabi buta , kategori ini masih malu-malu atau bisa kita sebut ragu-ragu untuk transaksi online .

Toko Online yang Ramai di Facebook

Halo sobat dropshiper , apa kabar ? baik bukan , kali ini saya mau memposting artikel yang uncategorized . Kok tidak terkategori , kenapa ? tidak pentingkah ? penting dong , tapi penting buat yang mau coba iklan fb ads . Sudah tahu kan fb ads itu apa , yup iklan di facebook dengan cara berbayar . Mungkin jika kita (dropshiper red) sudah maksimal profitnya lewat cara iklan gratis entah itu forum jual beli atau situs jual beli dan ingin menambah profitnya supaya naik terus , ada baiknya fb ads untuk dipertimbangkan . Kenapa fb ads ? karena tertarget . Tapi disini saya tidak mau membahas fb ads lebih lanjut , tetapi ingin membuka “mata” sobat dropshiper untuk memikir ulang sebelum terjun ke fb ads . Sesuai dengan judul posting Toko Online yang ramai di Facebook , ramai dalam apanya , nah , ini akan saya bagikan .

Sobat dropship punya akun facebook kan ? atau sudah tidak punya lagi ? atau baru buat ? ... terserah lah pilihan sobat dropship , pastinya yang sudah punya dan akunnya sering nyala dari awal tahun 2014 ini mungkin akan melihat page post ads atau kiriman bersponsor yang tertulis di pojok kanan bawah atau kiri atas . Pernahkah sobat mengamati , atau mengklik page post ads (bukan ads sidebar desktop lo ya) ? Jika belum , coba cari saja di beranda , pasti ada . Page post yang saya tekankan disini bukan milik komunitas . Tapi yang mengutamakan jual beli , baik itu secara langsung maupun tidak langsung . Contoh langsung lamido , lazada , zalora dan bhineka (ini yang aku tahu) , kalau yang tidak langsung semacam tokobagus , tokopedia dan juga berniaga.com . Tetapi , yang sering muncul di beranda saya itu lazada , lamido dan zalora . Saya tertarik ingin mengulas lebih dalam toko online yang ramai di facebook ini melalui postingan kali ini , ramai yang saya tekankan disini adalah jumlah like , komentar dan berbagi . Sedangkan isinya akan saya jabarkan di paragraf selanjutnya . Pasti ngiler dong kalau liat jumlah like , komentar dan berbagi dari page post ads nya lamido atau lazada . Kalau zalora kurang begitu banyak , maklum zalora kan bidang fesyen . Sebelum ngiler nya makin ngeces alias jorok , aku kasih tahu ya isi dari komentar di page postnya lazada atau lamido . Pasti sobat kalau baca artikel ini ogah bikin page post ads seperti lamido atau lazada .

Menyenangkan sekali jika kita membuat page post ads di facebook banjir komentar , like dan berbagi , inilah yang namanya viralnya dapet . Tapi , tunggu dulu , apakah komentarnya itu bermutu , apakah orang yang komentar itu melakukan klik ke website dan add to chart . Hhhmm , nyatanya kosong alias zong . Kok bisa ? , seharusnya kan banjir komentar atau like itu pada mau tanya cara order atau sebagainya . Tapi , ini justru komentar yang menjelek-jelekkan lazada/lamido itu sendiri . Komentar – komentar seperti “AWAS PENIPUAN , BELI BARANG ENAKNYA YA DITOKO BIAR KATA REPOT MACET2 , AKU SUDAH PESAN TAPI BELUM TERIMA SAMPE SEKARANG JUGA” , siapa coba yang mau postnya banjir seperti itu ? meskipun secara viral mungkin bagus , tapi kalau seperti itu apakah mendatangkan konversi . Toko online seperti lazada ataupun lamido memiliki pembiayaan iklan yang besar jadi tidak perlu khawatir seperti itu . Nyatanya baik lazada atau lamido tidak melakukan penipuan , mereka (fb user red) saja yang kurang edukatif . Tapi , jika keadaan seperti itu mengena pada diri kita apakah kita siap ?

Buat sobat dropshiper terutama yang mau mencoba fb ads tipe page post ads sebaiknya siap menerima resiko yang ada , entah itu resiko banjir komentar nol konversi ataupun sebaliknya nol komentar tapi 100 konversi . Karena jika sudah berbayar , maka iklan sobat akan ditayangkan sesuai dengan settingan di ads manager . Selamat mencoba !!

Senin, 12 Mei 2014

Perilaku Kolot Konsumen Online di Indonesia

Halo sobat dropshiper .. apa kabar ? semoga baik ya . Pernahkah sobat menjumpai perilaku-perilaku lucu konsumen online di Indonesia yang kadang bikin kita tertawa terbahak-bahak , atau bahkan kesal ? pasti semuanya sudah merasakannya bukan ? Dari sekian banyak perilaku kolot konsumen online di Indonesia ini , saya akan merangkumnya menjadi beberapa poin saja agar menjamak dari kebiasaan yang sering ditanyakan konsumen ke dropshiper(red seller/penjual) . Beberapa poin ini bisa dikatakan kolot sekali karena orang Indonesia mudah terpengaruh omongan orang lain . Poin-poin tersebut diantaranya 
1.    Semua Penjual Online itu Penipu
Mereka yang beranggapan seperti ini biasanya menanyakan sistem CoD atau ketemuan . Padahal dia(red konsumen) menemukan info/iklan tersebut di internet dan harga barangnya juga tidak terlalu mahal , katakanlah <50rb . Mereka mengganggap bahwa di Internet sering terjadi aksi penipuan , nyatanya penipuan tersebut dilakukan oleh penjual handphone . Jarang sekali penjual online fesyen , peralatan rumah tangga atau sebagainya (selain handphone/elektronik) itu menipu .  Paradigma yang salah ini perlu diluruskan . Indonesia saat ini sedang menuju era online shop basis add to chart meski aksi pembelian secara manual juga masih ada . Kebanyakan aksi penipuan itu mengiming-imingi harga elektronik dengan harga menggiurkan . Lalu si korban tertarik untuk membelinya , lalu tak kunjung datang , dikirimi pesan instan tidak balas , ditelpon tidak diangkat , lalu si korban koar-koar di media sosial , teman korban memberikan komentar “jangan beli online lagi , rata-rata mereka penipu” lalu temannya yang mau membeli barang di lazada jadi mikir-mikir karena baca komentar tadi , padahal penipunya bukan lazada atau sejenisnya . Salah kaprah coyy..

2.    Bingung Pembayarannya
Terlepas apakah Indonesia itu peringkat 2 , 3 sosial media dunia (facebook dan twitter , Instagram, Whatsapp , BBM) tapi kenyataanya mereka (sebagian red) masih bingung cara transfer via rekening bank melalui ATM / E-banking . Biasanya mereka yang baru pertama kali belanja online menanyakan “cara pembayarannya bagaimana? , apakah bisa kirim via wesel pos / western union ? hehehe gimana coba . Jaman sekarang kan pembayaran gaji saja sudah pakai kartu debit , masak begitu saja bingung . Setelah kita jelaskan panjang kali lebar , mereka tanpa pamit hilang bak ditelan bumi alias hit and run . Padahal sudah sms berkali – kali . Itulah dunia  jual beli online di Indonesia .

3.    Menanyakan sesuatu yang sudah jelas
Ada yang beralasan ya buat memastikan , ada yang pura-pura tidak tahu , ada yang emang “ndablek” dsb . Pertanyaan seperti tanya harga , lokasi dimana , pin bb berapa , padahal sudah jelas – jelas kita tulis semuanya di lapak jual beli atau web store . Tapi , itulah perilaku kolot konsumen online di Indonesia . Mereka belum ngeh dengan namanya jual beli secara online .

4.    Menjelek- jelekkan lapak tanpa sebab
Ini biasanya terjadi jika kita posting promo di grup fb , maklumlah sekarang fb isinya alayer droid yang baru kenal fb kemarin sore alias anak-anak sd/smp/sma yang perlu pembenahan karakter gara-gara kemarin Ujian nasional paketnya dijadikan 20 . Mereka seenaknya posting atau berkomentar di posting fb dengan menjelek-jelekan entah itu “awas nipu , as* , anjin* dsb” tujuan mereka seperti itu untuk apa , kalau tidak berkenan atau merasa tidak suka ya sudah tidak perlu baca , toh admin grupnya menyetujui postingan tersebut jadi tidak ada masalah bukan ? Buat anak sd smp dan sma yang baru kenal fb , saya kasih saran “ gunakanlah kata-kata yang sopan !!!”

Semoga kedepannya , dunia jual beli online di Indonesia bisa lebih baik lagi . Baik itu penjual atau konsumen mari kita bangun jual beli yang sehat tanpa merugikan pihak siapapun . Salam dodolan !!


Minggu, 11 Mei 2014

Sekarang yang Menipu itu Konsumen

Halo sobat dropshiper ? lama tak posting nih , habis mengurusi masalah konsumen yang menipu . Kok nipu ? kok bisa ? biasanya kan seller ? kata siapa ... pengalaman aku sendiri ni . Minggu yang lalu intinya penuh dengan kesialan . Semoga pengalaman yang bakal aku bagikan ini bisa menjadi pelajaran buat sobat dropship semua . Jangan terkecoh , sekarang yang menipu itu konsumen . Pihak seller yang dirugikan .  Pengalaman minggu lalu ada 3 kasus , kasusnya macam-macam alias beda semua tapi ujung-ujungnya konsumen itu menipu . Simak ya 
1.    Memblokir rekening
Ini pengalaman yang paling menyebalkan . Semoga ini yang pertama kali dan terakhir kali . Ceritanya pas jumat malam ada konsumen tanya tentang ketersediaan produk karena mau pesan ,dialognya seperti ini :
Konsumen     :  gan , barang nya masih ada
Aku        :  masih banyak gan , pesen berapa?
Konsumen    : satu aja gan , bisa cod gak ?
Aku         : satu biji 45rb ja gan , maaf gak bisa cod , Cuma kirim jne doang
Konsumen    : ane kira bisa cod , ongkir bekas* berapa ? berapa lama?
Aku         : 10rb ja gan , biasanya si kalo jabodetabek minggu nyampe .
Akhirnya malam itu juga orangnya closing dan melakukan transfer dan sebagainya . Kebetulan saya dropsip via tokopedia , hari itu sabtu kan aku coba cari seller lain yang kalau hari sabtu kirim , kalau seller yang biasanya pasti senin . Mungin kesalahan yang tejadi itu disebabkan saya sendiri , kenapa aku menjawab minggu juga . Seharusnya senin atau selasa ya , tapi  karena posisi sudah larut juga , aku jawab asal. Sabtu sekitar jam 10 an pesanan aku sudah diproses , nah giliran sabtu malamnya konsumen tanya tentang no resi , aku kasih no resi palsu karena biasanya resi sering tidak valid juga , lumayan lah buat ulur-ulur waktu . Tibalah saatnya ketika malam paling sebelin ..minggu malam konsumen tanya “kok resinya tidak valid? Loe nippu ya ? kagak dikirim ya ?” ane jawab , “mungkin belum diupdate dari jnenya “ tapi orang tersebut gak menjawab , akhirnya saya kirim pesenan lagi “ maaf gan , sebenarnya pesenan belum dikirm , maklum kan weekend , besok senin pasti dikirim kok  , ane gak nipu , ngapain sih nipu orang duit 55rb , kalo masalah resi itu kan ane maaf , namanya juga orang pasti lagi capek atau sebagainya bisa salah kirim pesan kan?’ gak dijawab sama konsumen , tau-tau pagi saya ke atm “no rek anda telah terblokir” siapa sih yang gak sok ? senin malam orangnya bbm “rek elu gua blokir abis elu nipu , gua minta uang gua kembali “ akhirnya dengan terpaksa uangnya saya kembalikan 55rb hari itu juga . Terus saya mendapatkan email notifikasi dari tokopedia bahwa pesanan anda dari toko *** sudah tiba tujuan pukul 14.09 5 mei 2014 , nah lo ? Cuma telat sehari ?jadi , si seller dari tokopedia ini sudah mengirim dari sabtu , tapi karena faktor lupa atau sebagainya dia tidak menginput hari itu juga , baru input itu sudah kepalang tanggung alias hari selasa jam 12.08 lah kira-kira. Jadi yang salah siapa ?

2.    Gak mau bayar (anak sma)
Ini juga paling nyebelin , ada anak sma bbm aku hari selasa tanggal 6 Mei 2014 , ini anak mau beli juga , tapi minta dikirim dulu barangnya ,bayar setelah barang diterima , Oke aku sanggupin . Giliran barang sudah diterima beneran hari rabu pukul 14.34 si anak ini bbm aku “udah gua terima , makasih ya “ terus aku balas juga “oke sama-sama , sekarang tinggal bayar ya totalnya 33rb ke rek bca  *****” terus konsumen itu jawab “gua gak mau bayar 000000 , good bye “ tahu-tahu bbm aku diblokir . Masih sma saja sudah nipu , gede mau jadi apa loe ?

Yang ketiga nanti aku share setelah ini , intinya , selama ini orang mengira jual beli secara online itu penuh tipu menipu , tapi kenyataannya konsumen juga . Postingan selanjutnya dari aku untuk minggu ini lebih condong membahas sisi negatif konsumen online shop . So , tungguin terus ya !!! follow juga dong @butik91 dan @faktadroid



Rabu, 07 Mei 2014

Perlukah Web Store Bagi Dropshipper ?

Halo sobat dropshiper .. apa kabar ? semoga baik – baik saja ya , amien . Sudah punya web store sendiri belum ? hehehe , pasti banyak yang sudah punya ya . Atau masih melalang buana di forum jual beli dan situs jual beli ? oke , semuanya sudah mendapatkan profit yang lumayan belum ? kalau saya sendiri  sudah lumayan profitnya , itu Cuma dari situs jual beli saja . Meskipun , dalam diri saya terkadang memikirkan , jika situs tersebut sudah punah , apakah saya masih bisa mendapatkan profit seperti itu ? tentu tidak . Maka dari itu perlu dipersiapkan metode-metode pemasaran lainnya entah itu yang berbayar ataupun gratis . Cara berbayar mungkin seperti iklan fb ads(baik fanpage atau web) , adword (google) ataupun twit berbayar macam sasbuzz dan tentunya web store . Nah , dalam kesempatan ini , saya akan menggali lebih dalam perlukah web store bagi dropshiper . Ulasan-ulasan berikut ini adalah pertimbangan-pertimbangan sebelum anda membuat web store . Cekidot gan n’ sis 
1.    Web Store hanya pajangan
Web Store hanya pajangan mungkin ungkapan yang tepat , mengingat konsumen masih menyukai order via manual (bbm,sms,telpon) . Meskipun web store kita sudah dilengkapi dengan add to chart ,tapi masih saja menggunakan order manual . Oleh karenanya kurang maksimal penggunaan web store terutama untuk dropshiper . Jika produknya Cuma satu dua jenis ya tidak terlalu masalah , tapi jika sudah ribuan atau masih ratusan bisa jadi Cuma pajangan .

2.    Butuh usaha ekstra
Dunia online itu kejam ,ungkapan tersebut tepat untuk mengungkapkan bahwa online shop ini sudah kejam bak toko-toko di segitiga emas . Menggunakan web store berarti anda telah siap untuk terjun ke dunia online shop sesungguhnya . Banyak faktor yang perlu dipertimbangkan untuk membuat web store . Diantaranya , apakah harga yang kita pasang pada web tersebut sudah sama atau lebih murah dari web store yang sudah ada , lalu bagaimana cara ordernya apakah menggunakan add to chart (keranjang belanja) atau masih menggunakan manual atau dua-duanya , bagaimana dengan suplier barang tersebut , apakah mampu menangani orderan banyak .

3.    Hanya untuk membandingkan harga
Terkadang , orang mengunjungi web store hanya untuk membandingkan harga antara web store satu dengan lainnya . Mungkin sobat dropshiper pernah merasakan kunjungan web storenya tinggi tapi nol konversi , mungkin itu salah satu sebabnya . Karena setiap orang mengetikkan kata kunci tertentu di mesin pencari dan kebetulan web store sobat masuk daftar halaman pertama kedua mesin pencari , dengan mudahnya orang menemukan web store sobat . Tapi , jika harga yang diberikan tidak bersaing maka zong hasilnya ,kecuali web store saingan pelayanannya kurang bagus dsb .

4.    Butuh waktu lama
Web store membutuhkan waktu lama agar ramai pengunjung , bahkan lebih lama lagi jika mengharapkan mendapatkan revenue (penjualan) via web . Web store harus terindex mesin pencari dengan bagus supaya masuk di halaman pertama mesin pencari , atau jika punya daftar belanjaan lebih , bisa mencoba iklan fb ads atau adword . Ini adalah cara untuk mempromosikan web store sobat . Tanpa itu semua , web store sobat tidak akan terkenal dan tidak akan ada pengunjung (ada tapi sedikit) .

Itulah 4 faktor yang perlu dipertimbangkan sobat untuk membuat web store . Jika profitnya masih ngoyo, lebih baik fokus ke gratisan saja . Karena banyak lagi faktor-faktor lainnya yang lebih komplit lagi daripada ini . Saya sendiri masih bertahap , pertama menggunakan gratisan , kemudian pilih fanpaga via fb ads dan sekarang ingin membuat web store

Jumat, 02 Mei 2014

Efektifkah Berpromosi di Forum Jual Beli ?

Halo sobat dropshiper ? apa kabar ? pastinya sobat sudah membaca artikel saya berjudul “tempat/situs berpromosi khusus dropshiper” bukan ? jika belum , baca ya ! . Karena , artikel kali ini masih ada hubungannya dengan artikel tersebut . Efektikah berpromosi di forum jual beli ? judul yang saya angkat kali ini bermula tadi pagi ketika saya membuka forum droshiper di kaskus . Ada yang menanyakan , kok fjb kaskus sekarang sepi ya ? memang , akhir-akhir ini atau bahkan sejak lama ketika saya terjun memang sudah seperti ini . Lalu , artikel ini mau membahas apa ? ya tentunya alasan-alasan ketidakefektifan promosi di forum jual beli . Artikel yang saya tulis ini condong untuk mendeskripsikan bahwa forum jual beli sudah tidak efektif lagi untuk promosi . Atas dasar apa saya mengatakan seperti itu , tentunya saya punya beberapa alasan . Nah , alasan tersebut diantaranya sebagai berikut :
1.    Sundul menyundul
Jika trit / lapak kita tidak disundul(post reply) maka bisa dipastikan akan tenggelam . Apalagi jika forum jual beli tersebut sudah penuh sesak , seperti kaskus fjb atau detik fjb . Setiap hari bahkan setiap detiknya ada orang yang melakukan post replay untuk lapaknya . Sedangkan peraturan di forum-forum itu hanya bisa sundul 3 x . Menyundul pada trafik ramai pun belum tentu ada orang yang tanya via sms . Hukum di lapak / forum  jual beli adalah yang terkenal makin terkenal , yang baru makin tumbang . Jika lapaknya terkenal , otomatis banyak orang yang melakukan post reply , dan kita tahu kalau sebuah trit yang dipost reply itu akan naik ke posisi atas atau istilahnya dihalaman muka . Kesempatan orang untuk melihat lapak tersebut besar , bandingkan dengan lapak yang rajin disundul 3x tapi tidak ada orang lain yang post reply ? capek bukan ?

2.    Metode optimasi kurang
Mungkin ada bahkan ada sebuah lapak di forum jual beli semacam fjb kaskus , fjb detik bisa muncul di mesin pencari ketika orang mengetik dengan kata kunci tertentu . Tapi , tidak semua bisa melakukan seperti itu , sifatnya yang hanya “kebetulan” tak bisa dijadikan andalan . Anehnya , lapak yang terindex baik di mesin pencari itu rata-rata sudah closed trit . Jadi , ya percuma saja lapak tersebut muncul di halaman awal mesin pencari .

3.    Peraturan ribet
Peraturan fjb yang paling mudah bisa kita akui hanya di fjb kaskus saja . Selain daripadanya , semuanya susah . Contoh yang paling mudah , detik mempunyai peraturan image di lapaknya hanya mengandung 20 image atau karakter emoji dengan sundul(post reply) maksimal 5x sehari .  Kompas fjb 15 konten image atau karakter emoji , sundul 3x sehari tiap lapak , moderisasi diperlukan . Repot bukan ?

4.    Saingan berat
Maraknya penjual sistem dropship yang mudah ditemukan dimana-mana , membuat bisnis jualan di forum jual beli kian lama kian sepi . Barang dagangan yang sama , foto yang sama , harga yang sama bahkan ada yang jauh lebih murah daripada reseller lainnya . Apalagi jika produk yang kita jual merupakan produk mainstream , berat rasanya persaingan . Hanya orang yang kuat yang akan bertahan dan menjadi sukses .