Selasa, 27 Mei 2014

Promosi Online di Mata Konsumen

eye
Hai sobat dropship ? gimana ni profit bulan mei ini , tinggal 3 hari lagi ni bulan mei akan diganti bulan juni . Apakah sudah mencapai target atau belum ? bagi yang sudah mencapai targetnya , jangan lupa berbagi dengan orang-orang yang tak mampu ya , dan buat yang belum semoga kedepannya bisa mencapai target , berdoalah . Ngomongin masalah promosi/iklan via online , apa sih pengertian dibenak sobat dropship ? apakah itu hanya sebagai media saja atau menuju konversi penjualan .
Pastinya buat sobat dropship ingin langsung ada konversi penjualan via iklan online tersebut kan? Lalu , dimata konsumen online promosi online itu sebagai apa ? tentunya banyak persepsi yang muncul dibenak konsumen karena jumlah konsumen lebih banyak dari pada penjual (dalam hal ini online) . Salah satunya seperti ini :

1.Promosi online hanya sebatas iklan
Promosi online hanya sebatas iklan seperti iklan – iklan di tv /media cetak . Konsumen mengira bahwa produk yang dijajakan di internet tersebut bisa dibeli di toko terdekat . Konsumen belum paham betul makna promosi online sebenarnya . Akibat yang ditimbulkan dari persepsi ini adalah membeli barang dengan cara cash on delivery atau bayar ditempat . Tentunya ini tidak bersahabat dengan dropshiper , jangankan dropshiper , suplier besar pun ogah jika harus melayani satu persatu seperti itu .

2. Promosi online hanya spam
Mungkin ini salah satu hal yang ditimbulkan dari penjual itu sendiri . Seringkali seller online menumpang “lapak” orang lain untuk menjajakan produknya . Sering kita lihat dikomentar fb dari fanpage dengan jumlah liker banyak , selalu ada orang yang berkomentar tidak semestinya . Selain kurang mengenakkan untuk pemilik fanpage tersebut , juga kurang enak bagi konsumen yang berkomentar disalah satu postingan fanpage itu .

3. Promosi online ajang menambah kontak bbm
Maklum baru punya aplikasi bbm di smartphonenya , jadinya invite semua pin yang bertebaran di internet buat koleksi kontak , ini sering dilakukan oleh abg-abg ababil (terutama cewek) . Kalaupun promosi tidak disertakan pin bbnya , maka abg-abg ini akan menanyakan pin seller bahkan di jam-jam orang tidur . Lalu setelah kita diinvite dan konfirmasi , pasti banyak pesan saluran dari abg-abg yang bikin kita kesel .

4.Promosi online hanya dipakai untuk menjelek-jelekan seller
Sering kita lihat di postingan bersponsor di facebook dengan tingkat viral tinggi , apa yang didapat ? hanya komentar – komentar menjelek-jelekkan si empunya iklan tersebut . Contoh seperti “hasssssssshh, ogah beli online penipu semua,belinya dimana,aku pesen 10 kasih sambal” sering dilontarkan oleh “calon” konsumen yang tak berpendidikan tersebut . Atau konsumen tersebut sudah membeli via online lalu barang kunjung datang , jadi deh viral tinggi dengan konversi zong .

Edukasi sistem jua beli online khususnya untuk konsumen perlu digalakkan lebih dalam lagi . Meskipun dengan penduduk sebesar 250jt jiwa  dan orang yang sudah bisa internatan sebanyak 40% tapi jual beli online yang sebenarnya masih jauh dari harapan . Alasan-alasan seperti diatas itu juga masih melekat dibenak konsumen Indonesia , mungkin karena “behaviour” dari dulu kalau mau beli barang harus pegang dulu barangnya jadinya kurang sreg jika harus belanja online (transfer dulu kirim setelahnya) . Semoga kedepannya masyarakat Indonesia bisa Go Add to Cart .

Senin, 26 Mei 2014

Penyebab Krisis Kepercayaan Konsumen Online di Indonesia

Halo sobat dropship Indonesia ? Pernahkah sobat ditanya calon konsumen tentang aksi sobat dalam hal jual beli online , misalnya “kalau saya transfer , entar elu kabur , ogah ah gua beli online takut tipu ,cod ja bisa gak gan?” pola pikir cetek ala orang Indonesia seperti itu , memang ada beberapa orang yang suka belanja online tanpa pemikiran negatif seperti itu karena mereka sudah tau “rule” jual beli online . Masalahnya , kalangan pengguna internet di Indonesia itu dominasi terkuatnya diduduki oleh kaum menengah kebawah . Tentunya jika sobat dropship ditanya seperti pertanyaan tadi , mau jawab apa coba ? sudah pasti konsumen tersebut akan lari , karena merasa tak suka dengan sistem online bayar dulu baru dikirim barang . Sedangkan opsi COD ? no offense ya , kita kan dropship bukan penyedia stok . Akankah pertanyaan seputar itu akan terus terulang lagi ? jawabnya iya , mengapa ? karena ada beberapa alasan yang menjadikan sebab krisis kepercayaan konsumen online di Indonesia itu cenderung negatif thinking . Mau tahu alasannya ? simak yuk :

1.Iklan di media massa yang provokatif terhadap penipuan
Maraknya iklan situs jual beli seperti tokobagu*(yang sekarang jadi OL*) dan berniag* di tv yang slogannya seperti “klik , ketemuan , deal” tentunya bikin masyarakat makin takut kalau mau beli barang di internet lalu dikirimkan via ekspedisi . Slogan yang “menghasut” masyarakat Indonesia untuk terus membudayakan jual beli langsung dengan ketemu penjual dan pembeli yang notabene itu sudah kuno . Mungkin slogan tersebut ada benarnya , karena memang kedua situs tersebut lebih “menyukai” barang bekas , nah untuk barang bekas memang sebaiknya klik ketemuan deal , nah kalau barang baru ? apalagi itu kategori fesyen mungkin ,apakah harus seperti itu ? Apakah sepadan sebuah produk harganya 25rb harus dikunjungi dari tangerang ke jakarta timur bela-belain macet , panasan demi ketemu langsung dengan penjual ? kenapa tidak dikirimkan via kurir saja , hanya dengan 8rb konsumen tinggal duduk manis menanti paketnya datang .

2.Penjualnya memang niat nipu
Ini sering terjadi pada aksi jual beli elektronik/gadget khususnya hp ataupun laptop . Mungkin yang paling rame itu hp karena memang hp itu kebutuhan primer  . Boleh dibilang 100% seller gadget bm itu penipu . Mereka sering beraksi bekerja sama membentuk tim dan melakukan promosi via web store ataupun situs jual beli listing bahkan ada juga yang masuk via forum jual beli seperti kaskus . Mereka mengiming-imingi harga gadget murah meriah bisa dikatakan 80% lebih murah dari harga original . Motif penipuannya , konsumen disuruh transfer berapa % dulu ,nanti setelah barang diterima baru dilunasi totalnya. Siapa yang gak tergiur coba ? semua orang pastinya , dan sasaran mereka adalah anak-anak berumuran 20thn –nan bahkan ada juga yang target >30thn utamanya laki-laki . Nah , setelah korban ditipu akhirnya efek viral menyebar ke masyarakat untuk tidak lagi mempercayai jual beli online . Kalau sudah seperti ini , siapa yang kena getahnya coba ? seller online yang jualan fesyen dll jadi kena . Siapa yang mau disalahkan ?

3.Negatif thinking
Karena pengaruh iklan di TV dan juga beberapa teman/keluarga yang pernah mencoba belanja via online dan hasilnya ternyata penipuan , maka pemikiran negatif selalu muncul ketika konsumen tertarik pada produk yang dijajakan via internet . Mereka sering meminta cod , dan jika tidak bisa cod maka mereka akan pergi . Memang disatu sisi COD adalah sebuah opsi , tapi alangkah lebih baiknya jika cod tersebut disesuaikan dengan harga produk yang diinginkan . Jangan karena takut kena tipu nyawa tak terselamatkan karena perjalanan ke rumah seller memiliki peluang besar terjadi kecelakaan dan pemborosan uang yang sekiranya tidak diperlukan .

Minggu, 25 Mei 2014

Menanti Indonesia Go Open Cart

add to cart ilustrasi
Halo sobat dropshiper , bagaimana dengan orderannya ? makin sukses kah dibulan star wars ini ? ngomongin masalah belanja online di Indonesia ini gak ada habisnya , apalagi kita seorang dropship yang notabene adalah pelaku aktif online shoping di Indonesia . Open Cart atau keranjang belanja atau troli ini adalah hal wajib yang dimiliki web store . Tentunya , semakin bertambah usaha bisnis dropship kita , tak mungkin untuk berlarian terus di situs jual beli gratisan . Kita memerlukan web store , entah itu nebeng di e-commerce besar seperti tokopedia dan bukalapak atau membuat web sendiri dengan domain punyamu.com . Di artikel sebelumnya yang pernah saya share yang berjudul “Perlukah Web Store bagi dropshiper?” berisi alasan-alasan kenapa jangan menyediakan web store terlebih dahulu . Nah , dikesempatan kali ini , saya akan membahas the true online shop berbasis open cart .

Menanti Indonesia Go Open Cart , judul yang aneh tapi apakah bisa terwujud ? saya yakin itu bisa terwujud , dimana kita (secara umum seller) menyediakan web store semenarik mungkin dan pengunjung melakukan add to cart (klik beli) disitu tanpa harus bersms ria atau bbm invite pin dsb . Tapi , itu semua masih jauh langkahnya dan mungkin ketika kita sudah berumur kepala 4 baru Indonesia bisa seperti itu .Betapa indahnya jika masyarakat Indonesia dalam aktifitas belanja online bisa seperti di negara-negara Eropa atau Amerika serikat . Sifat dari toko online itu sendiri hakikatnya bukan untuk bersaing dengan toko konvensional , melainkan bekerja sama .Banyak seller yang memilki web store namun setelah beberapa bulan tidak ada konversi dari web store tersebut , web store langsung ditutup ,tak diurus . Di tahun 2008 kita hanya mengenal web store macam bhineka.com dan softwareasli.com belum banyak web store besar lainnya . Tapi di tahun 2014 kini sudah ada ratusan bahkan ribuan web store baik itu yang berdomain blogspot atau .com/id yang menjual berbagai macam produk . Seperti contoh lazada , zalora , lamido dsb .

Tapi , ditahun 2014 ini masyarakat Indonesia mengalami kemunduran dalam hal belanja online . Edukasi lewat TV yang dilakukan berniga.com/olx.co.id yang menyarankan jual beli online harus ketemuan langsung dengan pembeli tanpa ada perantara ini yang membuat mental / psikologi masyarakat Indonesia turun kepercayaan. Nyatanya , disitus berniaga/olx menyediakan opsi kategori produk baru/bekas dan produk yang dijual rata-rata adalah baru . Masyarakat lebih familiar dengan situs olx ataupun berniaga , karena dengannya tanpa memilki akun pun sudah bisa mencari barang yang diinginkan dengan mudah . Permasalahannya adalah masyarakat Indonesia hobi sekali mencari barang lewat internet tapi tidak mau jika barang tersebut dikirim via kurir atau jual beli online sebenarnya .Mereka lebih menyukai COD karena merasa kurang sreg jika belum pegang barangnya atau merasa was-was kalau harus bayar dulu takut kena tipulah dsb . Padahal jual beli online ini sudah bukan lagi ajang tipu menipu ala tahun 2010 kebawah yang marak sekali aksi penipuan online berkedok jual beli hp bekas .

Semoga kedepannya masyarakat Indonesia mengerti hakikat belanja online sebenarnya sehingga tercipta sistem jual beli online yang sebenarnya . Ingat sobat , Belanja online tanpa harus bertemu langsung pembeli AMAN !!! sudah gak jaman beli barang harus ke toko !! . Ayo dukung Indonesia go open cart !! . Salam Dodolan


Kamis, 22 Mei 2014

Dropship Manual VS Dropship Open Cart

dropshipversus
Hai sobat dropshiper , masih ngedropshipin produk orang lain-kah? Atau sudah memulai menyetok sendiri ? well , semoga yang masih ngedropshipin tetap langgeng dan yang sudah memulai stok sendiri semoga makin besar . Dropship menurut aku adalah  jualan foto . Bener gak ? walaupun definisi yang dijabarkan selalu begitulah beginilah , tapi intinya itu ya jualan foto . Dropship karena gratis tentunya banyak kekurangan disana-sini , sehingga menyulitkan orang apalagi yang tidak mau belajar sabar . Sulit ini relatif untuk sebagian orang , tapi permasalahan sulit terlepas dari cara pemasaran dan sebagainya itu adalah proses saat order ke supliernya . Kenapa bisa sulit ? banyak sekali faktornya , aku tidak mau menjabarkan disini . Sekarang ,sobat dropship sewaktu order barang ke suplier menggunakan sistem keranjang belanja(web store) atau masih manual (order by sms/bbm) ? kalau aku dua-duanya jalan . Tapi kedua sistem tersebut memiliki keunggulan dan kekurangan , mau tahu ? yuk mari

Keunggulan masing-masing sistem
A.    Dropship Manual

a.1 bebas bertanya dan fast respon
Dropship manual biasanya disediakan oleh suplier agar si dropshiper mendapatkan komisi secara langsung , jika di web store harga produk 65rb , tapi pas dropshiper belanja via manual dikasih harga 55rb , berarti untung 10rb . Keunggulan lain fast respon , sobat dropship bebas bertanya apapun dan pastinya bakal dijawab . Hampir 70-80% dropshipper di Indonesia masih menyukai order by manual .

a.2 Bisa ngerayu suplier
Ngerayu ini biasanya untuk mendapatkan harga yang lumayan murah , misalnya harga produk + ongkir 76rb , sobat dropship kan bisa merayu supliernya buat menurunkan jadi 75rb saja . Lumayan kan bonus 1000 perak , 1000 perak dikalikan 10 orang saja sudah lumayan . Apalagi sampai 100 , kesannya 1000 tidak terlalu signifikan tapi nyatanya cukup mengesankan .

B.    Dropship Open Cart

b.1 Cepat dan mudah
Karena semuanya sudah terintegrasi dalam satu sistem (web store) dan kita tinggal klik ini klik itu , perhitungan ongkos kirim juga sudah dilakukan disitu , maka dropship open cart ini cocok buat yang belanja dalam sekala besar (sehari >5x) . Apalagi jika web storenya ada fasilitas chat dengan cs-nya , kan bisa tanya-tanya pin ,hehehe . Jika dropshiper sudah menerapkan metoda ini , tentunya masyarakat Indonesia akan terbiasa dengan real online shop .

b.2 Stok update
Jika dropship secara  manual kita harus bertanya ke suplier untuk menanyakan ketersediaan stok barang saat ini , maka dengan dropship open cart kita bisa mengetahui stok barang real time , ini tentunya jika web store tersebut terupdate terus setiap harinya .

Kekurangan masing-masing sistem

A.Dropship Open Cart

a.1 Tidak fast respon dan khawatir
Jarang sekali ada web store / e-commerce yang menyediakan fasilitas chat dengan pelayanan super cepat . Dan jika invoice masuk  atau sobat dropship sudah cekout order di web , ada kekhawatiran tersendiri bagi sobat dropship apakah barangnya dikirim hari itu juga atau besok .

a.2 Tidak bisa untuk sampingan / ribet
Jika dropship secara manual , kita bisa memperlakukannya sebagai usaha/pekerjaan sampingan , maka dropship open cart menuntut kita untuk stand by didepan komputer setiap harinya . Karena jika hanya sampingan dan misalnya jam 10 pagi kita lagi kerja terus ada orang yang mengorder , apakah kita akan memesankannya jam 9 malam ? dan tentunya ini ribet , bagaimana jika sudah setiap hari stand by didepan komputer , lalu tiba-tiba listrik padam ? ada orang mengorder hari itu juga . Wuih ribet ya .

B.Drophip Manual

b.1 Low Respon
Mungkin saja supliernya lagi sibuk , lagi makan , lagi di jalan yang tentunya tidak bisa membalas pesan sobat dalam waktu sekejab . Mungkin bisa maklum kalau seperti itu , nah kalau keseringan bagaimana ? tentunya suplier low respon sangat tidak dianjurkan untuk diajak bekerja sama .

b.2 Order limit dan Human error
Untuk order sekali dalam sehari saja bisa memakan waktu sejam lebih ,gak kebayang kalau dalam sehari ada orderan yang masuk dari sobat dropship sekitar 10 orang , berapa jam itu ? tentunya selain batasan order , kemungkinan human error juga bisa terjadi baik itu dari sobat dropsip maupun dari suplier itu sendiri . Human error ini meliputi kesalahan pengetikan , ataupun salah kirim barang .
Gimana sobat dropship ? apakah sudah jelas keuntungan dan kekurangan masing-masing cara order dropship ? masih –masing cara memiliki kelebihan dan kekurangannya , tinggal bagaimana cara kita untuk beradaptasi dengan sistem yang diberikan oleh suplier .


Rabu, 21 Mei 2014

Mendapatkan 2000 Kontak BBM Tertarget Secara Gratis

Halo sobat dropshiper , pernah gak dapat sms dari konsumen yang Cuma tanya pin bb doang ? pasti pernah ya . BBM aplikasi messaging populer ditahun 2014 ini sangatlah ampuh untuk melakukan promosi . BBM yang dulu merupakan platform eksklusif di device blackberry , sekarang sudah tersedia di sistem operasi Android , ios dan sebentar lagi akan menyusul di platform windows phone . Tidak seperti aplikasi messaging lainnya yang “sunyi”, BBM menawarkan fitur update status , pesan siaran , grup yang tidak dimiliki oleh aplikasi pesan lainnya . Jika aplikasi pesan instan (whatsapp dkk) menggunakan no simcard sebagai ID nya , bbm memiliki PIN tersendiri dimana hasilnya berdasarkan acak saat kita melakukan pendaftaran .

Jika kita mau berjualan di bbm (tidak bisa dijadikan prioritas) maka harus memiliki teman (kontak) tertarget dalam jumlah yang banyak , pihak BBM membatasi jumlah kontak yang tersedia adalah 2000. Nah , untuk mendapatkan 2000 kontak bbm tertarget secara gratis , gimana sih ? gampang kok , Cuma butuh kesabaran dan ketelatenan. Maklumlah , namanya juga gratis . Langsung saja ya aku kasih tahu .
1.    Harus punya pin bb
Yaiyalah harus punya , kalau gak punya mana bisa ? sekarang gak perlu beli device blackberry buat bbm-an , cukup dengan uang sekitar 600-700rb an sobat sudah bisa membeli device android lokal yang bisa bbm-an (pre installed) . Dalam mendapatkan pin , dibutuhkan kesabaran apalagi jika sobat mendapatkan pin yang kurang cantik misalnya ‘7689909” itu kan nomer semua , paling tidak seperti ini “752fd7f7” . Nah jika masih belum beruntung , pakailah email lainnya untuk mendaftar sampai mendapatkan pin yang dirasa cocok .

2.    Invite pin olshop
Misalnya anda jualan fesyen cewek , maka invitelah olshop yang juga sama jualannya . Untuk mendapatkan pin olshop gampang , tinggal ikutan / follow akun twitter jual beli , maka dalam sehari bisa dapat lebih dari 100 pin .

3.    Join grup di bbm
Join grup sebanyak-banyaknya . Pastinya sobat dropship tahu kan kalau  batas member di grup bbm itu 50 kontak saja . Nah , untuk mencapai 2000 kontak tertarget ya sobat harus join minimal 40 grup , tapi tidak sekaligus 40 grup dong . Nanti bisa lemot hapenya . Cukup 3-6 grup saja dulu .

4.    Invite anggota grup
Setelah diundang di grup olshop , maka invitelah semua anggota grup olshop tersebut sebanyak-banyaknya . Terkadang ada yang menolak undangan , ada juga yang bersedia . Tergantung orang yang kita invite saja . Nanti jika orang yang mengkonfirmasi undangan yang kita kirim dan menanyakan tahu pin-nya darimana , sobat tinggal jawab saja dari grup xxx dan mau kenalan .

Pertanyaan sekarang , apakah harus mutlak 2000 kontak kalau mau jualan di bbm ? ya gak harus , Cuma akan lebih baik jika audiens semakin banyak maka semakin banyak pula kesempatan kita untuk menjual produk lewat bbm . Sering-seringlah update status (jangan BC) biar kata kontaknya masih 10 . Updatelah dengan warna-warna yang menarik , tapi kalau bbm android versi >2 hanya mendukung warna kuning ,merah , biru saja . Terapkanlah kode – kode html untuk mengupdate seperti h1, font color dsb .

Hindari Produk Ini Jika Anda Tidak Ingin Pusing

Halo sobat dropshiper , sobat dropship  jualannya apa nih ? kasih tahu dong ? Waktu aku kenal dengan dunia dropshiping , aku bingung mau menentukan jualan apa , ada yang menyarankan untuk menjual produk yang kita suka (hobi) kita, ada yang menyarankan untuk menjual produk yang lagi ramai sekarang (booming) , ada yang menyarankan untuk menjual produk cewek (all in one women stuff) , tapi dari sekian banyak produk yang aku jual sedari awal memulai dropship tak ada satupun produk yang bisa bertahan lama dan juga tidak sesuai yang diharapkan . Satu-satunya produk dropship yang aku pertahankan dari sekarang itu kaos bertema . Meskipun cara menjualnya sangat sulit , tapi karena produk itulah yang telah mengajari aku tentang dunia dropshiping , akhirnya aku pertahankan sampai sekarang . Awal bulan mei kemarin aku sempet kepikiran ingin menutup divisi kaos tersebut , tapi dalam hati kok  berat ya . Well , disini aku akan membagikan sedikit tips buat sobat dropship terutama newbie dsb yang tidak ingin pusing terkait masalah sepele yang nanti bakal ditimbulkan jika sobat menjual produk yang bakal aku jabarkan . Langsung saja ya .. Hindari Produk Ini jika anda tidak ingin pusing 

1.    Fashion Pria
Kenapa fashion pria berada diperingkat atas jajaran produk yang harus dihindari ? alasannya simpel , pria (range umur 20th an) adalah musuh utama dropshiper . Mereka lebih menyukai sistem COD dan tentunya mereka bukan orang yang getol belanja . Fashion pria apalagi yang ala korea-korea begitu , tidak rekomendasi . Selain perang harga , tentunya produk fashion menerapkan sistem grab it fast . Fashion disini meliputi entah itu baju , aksesoris , tas dan sepatu .

2.    Fashion Wanita
Di peringkat 2 ditempati fashion wanita , bukankah wanita getol belanja ? memang getol , tapi bagaimana jika kategori fashion yang anda tuju adalah range umur <26thn ? berdarah-darah marketingnya , ujung-ujungnya Cuma PHP , kalaupun dia jadi beli apakah produknya masih ada ? mengingat fashion wanita (baju red) ini cepat sekali perputarannya . Dalam satu minggu saja suplier sudah memperbaharui katalog onlinenya . Pusing bukan ?

3.    Home Stuff kalangan Pria
Mungkin tak pernah terpikirkan dibenak saya jika timbangan digital dapur itu bakal diminati kaum ibu-ibu , kenyataan justru sebaliknya . Range umur 25-34thn yang nyasar di pesan masuk saya . Widih salah target produk . Home stuff kalangan pria ini bertebaran ya . Mulai dari peralatan listrik  , peralatan olahraga dsb . Kejelian memilih produk home stuff sangat diperlukan . Apalagi jika produk yang dipilih ini bersifat unity gender .

4.    Bersifat PO (PRE ORDER)
Mungkin PO bagi sebagian seller merupakan makanan empuk mereka karena bisa menaikkan harga setinggi mungkin . Tapi , tidak dengan dropshiper . Sifat pre order memang gampang-gampang susah . Gampangnya jika produk tersebut disukai banyak orang dan tentunya kita Cuma satu-satunya yang jualan , ini beneran empuk . Susahnya kalau sudah masa tunggu ordernya habis tapi belum dikirim atau belum jadi , nah ini baru bisa jadi pusing .

Keempat kategori produk diatas ini tidak selamanya mutlak harus dihindari , pemilihan keempat produk diatas ini berdasarkan pengalaman saya pribadi sebagai dropshiper . Saya sendiri cenderung tidak menyukai keempat produk tersebut bukan karena alasan yang saya jabarkan dibawah masing-masing kategori , tapi lebih sulit ke penjualannya . Target yang terlalu umum sehingga tidak bisa membidik kalangan tertentu entah itu berdasarkan minat , pekerjaan dsb . keempat kategori produk tersebut tidak aku sarankan untuk dropshiper yang menjadikan usaha ini sebagai sumber penghasilan utama . Sedangkan untuk dropshiper yang masih menjadikan usaha sampingan terserah anda . Toh nyatanya suplier produk diatas juga bisa dapat penghasilan wah .

Minggu, 18 Mei 2014

Masa Depan Online Shop di Indonesia

Halo sobat dropshiper , masih semangat jualan kan ? semangat terus ,hajar terus ,biar kata bulan mei ini agak sepi . Ngomongin masalah online shop ini gak bakal ada habisnya sobat , mulai dari perilaku konsumen kolot , suplier yang lembeknya tingkat bekicot , sampai masalah perangkat penunjang pun aku bahas . Pada artikel berjudul Masa depan online shop di Indonesia ini , saya akan mengulas lebih dalam bagaimana kah nasib sistem jualan secara online di Indonesia terutama dari sudut pandang dropshiper . Ada yang bilang bahwa masa depan online shop (jualan secara online) di Indonesia ini cerah prospeknya , ada juga yang bilang bahwa ini hanya fenomena sesaat karena booming sosial media , lambat laun toko konvensional (toko fisik) lah yang tetap ramai. Apa benar begitu ya ?

Menurut pengalaman saya pribadi yang notabene seorang dropshiper , aku akan mengatakan bahwa online shop di Indonesia itu ya stagnan , pasalnya booming sosial media (facebook dan twitter) sudah 5 tahun yang lalu , waktu itu kita belum kenal dengan jualan di fb , boro-boro twitter , orang akun twitternya saja bikin tahun 2011 hehehe. Sebelum adanya fb di Indonesia terkenal , marketplace semacam fjb kaskus , fjb detik dsb lebih langgeng atau lebih dulu hadir dan orang Indonesia melakukan transaksi jual beli lewat forum jual beli tersebut , entah itu ketemuan (COD) atau dikirim via ekspedisi saya kurang tahu . Nah , sekarang sudah masuk kuartal 2 tahun 2014 , banyak sekali dropshiper / reseller yang setiap hari tumbuh laiknya bayi lahir tapi tak sedikit dari mereka (dropshiper red) yang tumbang satu bulan kemudian . Stagnan disini saya artikan bahwa pertumbuhan sellernya mungkin meningkat , tapi tidak dengan konsumennya . Konsumen yang beli produk ke saya rata-rata pernah belanja online sebelumnya , sehingga merekalah urat nadi jual beli online di Indonesia , bukan orang-orang “katrok” yang tidak tahu cara transfer uang dsb .

Bahkan stagnan ini cenderung turun karena faktor krisis kepercayaan dan kekolot-kolotan konsumen . Kita tengok saja iklan page post nya online shop besar di Indonesia , rata-rata komentar-nya bernada kotor atau menjelek-jelekkan dunia jual beli online itu sendiri . Dan orang-orang “baru” yang ingin mencoba membeli barang secara online mengurungkan niatnya . Alhasil , dropshiper pun kena getahnya , apalagi status dropshiper yang punya banyak kekurangan disana-sini . Jika kita telusuri lebih dalam lagi , krisis kepercayaan itu muncul karena maraknya seller gadget / elektronik(laptop, handphone red) black market yang menipu secara lihai dan terorganisir , mereka melakukan penipuan via situs jual beli , forum jual beli daerah di fb dsb . Lalu si korban (biasanya pendatang baru online shop) koar-koar di sosial media “jangan percaya sama online, semua penipu” kata tersebut secara tidak langsung telah mengeneralkan bahwa semua penjual secara online baik itu black market , fesyen , aksesoris dsb itu penipu . Sungguh ironis .

Stagnan bisa kita artikan bahwa sistem pembelian jual beli online ini masih menggunakan media manual (chat over bbm , whatsapp etc ) . Orang Indonesia masih enggan untuk melakukan pembelian via web (add to chart) , dan kelihatannya akan seperti itu hingga waktu yang tak dapat ditentukan . Kepemilikan komputer / laptop dibandingkan dengan smartphone , orang Indonesia jauh lebih banyak yang memiliki smartphone dibanding komputer , bisa kita analogikan jika orang Indonesia mungkin bisa memiliki 2-3 handphone tapi tak memiliki komputer/laptop dirumah . Memang , sebagai seller kita memfasilitasi konsumen agar nyaman dengan cara transaksinya , tetapi jika begini terus , suatu saat akan mengalami titik sibuk dan ujung-ujungnya konsumen itu yang dirugikan . Jangankan beli via bbm/sms , konsumen tidak tanya ‘minta cod” saja , kita sudah senangnya minta ampun . Masa dimana konsumen melakukan add to chart nampaknya masih jauh dari harapan .